Dirjen Imigrasi Minta Wacana Pembebasan Visa WNA Dikaji

5 hours ago 5

DIREKTUR Jenderal atau Dirjen Imigrasi Hendarsam Marantoko meminta wacana bebas visa bagi sejumlah warga negara asing atau WNA dari beberapa negara yang diusulkan Kementerian Pariwisata dikaji ulang. Menurutnya, hal itu bisa berdampak pada kelonggaran keamanan di Indonesia dan tidak selalu selaras dengan peningkatan kunjungan pariwisata.

“Kami mohon agar hal tersebut dipikirkan lagi, dievaluasi karena terkait dengan masalah bebas visa kunjungan ini kan sudah pernah dilakukan sebelumnya. Belum lagi nanti masalah keamanan, tolong dipikirkan,” kata dia di kantornya, Jakarta Selatan pada Senin, 22 Juni 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Hendarsam mengatakan kebijakan serupa pernah dilakukan pada 2016 dan tidak menunjukkan adanya peningkatan wisatawan mancanegara. Mengutip dari website resmi Setkab.go.id, pemerintah sempat mengeluarkan kebijakan pembebasan visa bagi 169 negara untuk menarik minat WNA masuk ke Indonesia.

Menurutnya penjagaan ketat pintu masuk keimigrasian berfungsi untuk menjaga kedaulatan keamanan dan ekonomi Indonesia. Sehingga keputusan mengobral visa untuk menarik minat turis dinilai tidak tepat. 

Hendarsam mencontohkan, pada Mei lalu, ancaman nyata kelonggaran visa masuk terjadi. Badan Reserse Kriminal Kepolisian RI atau Bareskrim Polri menggerebek markas perjudian online di kawasan perkantoran Hayam Wuruk yang dikendalikan WNA. Di lokasi, polisi menangkap 321 warga negara asing yang diduga mengoperasikan judi online di tempat tersebut.

Mereka yang ditangkap terdiri dari  57 warga negara Cina, 228 warga negara Vietnam, 11 warga negara Laos, 13 warga negara Myanmar, 3 warga negara Malaysia, 5 warga negara Thailand, dan 3 warga negara Kamboja. Kini mereka masih menjalani proses pemeriksaan di Bareskrim Polri.

Alih-alih pembebasan visa, Hendarsam mendorong agar dilakukan perbaikan infrastruktur, perbaikan akses penerbangan internasional ke Indonesia, dan akses penerbangan dari daerah ke daerah di Indonesia. “Cari cara lain, banyak cara untuk meningkatkan pendapatan bukan dengan mengobral menggratiskan orang-orang itu masuk,” kata dia. Ia juga menyinggung soal mulai banyaknya WNA yang mengakuisisi pekerjaan masyarakat lokal.

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |