Beda Pandangan 2 Menteri Soal Rilis Bank Dunia

4 hours ago 2

BANK Dunia menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 dari sebelumnya 4,8 persen menjadi 4,7 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Dua Menteri Kabinet Merah Putih, yakni Purbaya Yudhi Sadewa dan Airlangga Hartarto, merespons rilis tersebut dengan pernyataan yang berbeda.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan tegas mengkritik proyeksi yang dipublikasi Bank Dunia. Menteri yang dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 8 September 2026 itu menyatakan hitungan Bank Dunia keliru karena angka yang dipaparkan berbeda dengan hitung-hitungan pemerintah. 

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Purbaya cukup yakin Bank Dunia akan kembali mengubah proyeksinya setelah harga minyak dunia kembali melandai. “Tapi dia sudah melakukan dosa besar karena menimbulkan sentimen negatif bagi kita. Nanti saya tunggu permintaan maaf dari mereka ketika harga minyak sudah balik lagi ke level yang normal,” kata dia di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis, 9 April 2026.

Sedangkan Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto merespons dengan pernyataan berbeda. Menurut Airlangga, penurunan proyeksi hal yang wajar di tengah eskalasi perang di Timur Tengah. “Dengan situasi perang kan mereka menurunkan semua (negara) di berbagai wilayah. Tapi kalau kita lihat angka itu juga masih di atas pertumbuhan global rata-rata. Pertumbuhan global rata-rata kan di 3,4 persen,” ucapnya, Jumat, 9 April 2026.

Airlangga masih optimistis angka pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama 2026 bakal membaik. Menurut mantan Menteri Perindustrian itu, tak masalah jika Bank Dunia menghitung pertumbuhan ekonomi RI hanya berada di bawah 5 persen. Namun ia yakin hasil penghitungan pemerintah kerap kali lebih baik daripada prediksi tersebut.

Ia menyatakan lembaga-lembaga internasional dan lembaga dalam negeri memiliki proyeksi masing-masing terhadap pertumbuhan ekonomi. “Kami juga enggak perlu intervensi,” ucapnya.

Dalam publikasi bertajuk East Asia and Pacific (EAP) Economic Update edisi April 2026, Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2026 menjadi 4,7 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Sebelumnya, atau pada Oktober 2026, Bank Dunia memprediksi ekonomi Indonesia tumbuh 4,8 persen terhadap PDB.

Bank Dunia memaparkan pelambatan pertumbuhan itu disebabkan hambatan dari kenaikan harga minyak dan sentimen penghindaran risiko yang dilakukan investor. Angka ini juga lebih rendah dibanding pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun lalu yang mencapai 5,1 persen. Sedangkan pada 2027, Bank Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia bakal lebih tinggi atau mencapai 5,2 persen.

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |