SEKRETARIS Jenderal Kementerian Dalam Negeri Tomsi Tohir menilai tren kenaikan harga bawang putih yang berlanjut hingga bulan ini berkaitan dengan realisasi impor. “Di sini adalah masalahnya rendahnya realisasi pemasukan bawang putih,” kata Tomsi, dalam rapat koordinasi inflasi daerah, Senin, 20 Juli 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Tomsi setelah menerima laporan perkembangan harga bawang putih oleh Kementerian Perdagangan. Tomsi mengatakan, kenaikan harga bawang putih memang berkaitan dengan faktor global, yakni pelemahan nilai tukar rupiah dan konflik Timur Tengah yang menyebabkan penutupan Selat Hormuz sebagai jalur perdagangan.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Namun, menurut Tomsi, kenaikan harga bawang putih berkaitan dengan realisasi impor komoditas pangan tersebut. Ia pun meminta Kementerian Perdagangan mengecek apakah importir telah merealisasi pembelian setidaknya 50 persen dari kuota yang diberikan. “Karena ini kan bulan 7 (Juli). Kenapa dia tahan-tahan? Harusnya sudah 50 persen mereka memasukkannya ke Indonesia. Ini yang harus kita waspadai. Jangan sampai mereka sudah memegang kuota, tapi tidak mengimpor,” tutur Tomsi.
Data Kementerian Perdagangan mencatat rata-rata harga bawang putih honan secara nasional berada di level Rp 38.858 per kilogram pada 17 Juli 2026. Harganya naik 0,60 persen dibandingkan periode yang sama pada bulan lalu. Kenaikan harga pun terjadi di wilayah Maluku dan Papua sebesar 0,54 persen. Rata-rata harga bawang putih di wilayah tersebut mencapai RP 64.028 per kilogram atau lebih mahal 60,07 persen dari harga acuan yang ditetapkan Rp 40.000 per kilogram.
Analis Perdagangan Ahli Madya Direktorat Bina Pasar Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Neni Dwi Prehati, menyatakan Kementerian telah dan terus berkoordinasi dengan Direktorat Perdagangan Luar Negeri atas kenaikan harga bawang putih ini.
Koordinasi itu utamanya terkait dengan peluang menambah pelabuhan masuk di wilayah timur. “Yang diharapkan bisa menekan harga bawang putih di wilayah timur yang masih di atas harga acuan,” kata Neni dalam rapat koordinasi inflasi daerah.
















































