Andrie Yunus Kirim Pesan: Panjang Umur Perjuangan

5 hours ago 3

WAKIL Koordinator Bidang Eksternal Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menyampaikan pesan dan ucapan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah memberikan dukungan setelah menjadi korban penyiraman air keras.

Pesan suara Andrie diunggah melalui media sosial dengan akun Instagram @kontras_update, tiga pekan setelah peristiwa percobaan pembunuhan berencana yang diduga melibatkan prajurit Badan Intelijen Strategis (BAIS) Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

"Terima kasih atas segala bentuk dukungan yang telah diberikan kepada saya untuk menghadapi teror dari orang-orang yang pengecut," ucap Andrie dalam pesan suara yang dikutip Tempo, Kamis, 2 April 2026. Dalam pesan tersebut, Andrie menegaskan, dirinya tetap kuat menghadapi situasi yang dialaminya berkat dukungan masyarakat. "A luta continua. Panjang umur perjuangan," ujar Andrie menutup pesannya.

Berdasarkan keterangan unggahan @kontras_update, rekaman suara itu diambil pada Rabu, 1 April 2026, saat aktivis hak asasi manusia (HAM) itu masih menjalani perawatan intensif di ruang HCU.

Andrie menjadi korban penyiraman cairan kimia korosif pada 12 Maret 2026 di kawasan Jalan Salemba I–Talang, Jakarta Pusat. Peristiwa itu diduga dilakukan prajurit BAIS TNI. Berdasarkan catatan medis, ia mengalami luka bakar lebih dari 20 persen.

Manajer Hukum dan Hubungan Masyarakat Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Yoga Nara mengatakan, Andrie dijadwalkan menjalani operasi cangkok kulit lanjutan dalam sepekan ke depan. Operasi itu untuk menggantikan jaringan kulit yang rusak di bagian leher belakang.

Selain itu, Yoga menjelaskan, Andrie telah menjalani operasi mata kanan untuk ketiga kalinya pada 28 Maret 2026. Dalam tindakan tersebut, tim medis menemukan penipisan kornea serta kebocoran pada dinding bola mata.

Sementara itu, kepolisian telah melimpahkan penanganan kasus ini kepada Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI. Berdasarkan keterangan Puspom TNI, terdapat empat terduga pelaku penyiraman berinisial NDP, SL, BHW, dan ES yang berasal dari matra udara dan laut. NDP berpangkat kapten, SL dan BHW berpangkat letnan satu, sedangkan ES berpangkat sersan dua.

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |