Analis Prediksi Harga Emas Tembus Rp 3 Juta Pekan Depan

10 hours ago 6

DIREKTUR PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi memperkirakan harga emas berpeluang naik ke level Rp 3.100.000 per gram dalam perdagangan satu pekan ke depan. “Kemungkinan besar harga emas dunia akan melompat di atas US$ 5.000, yaitu di US$ 5.138 dolar. Logam mulianya di Rp 3.100.000 per gram,” kata Ibrahim melalui pesan suara, pada Ahad, 12 April 2026.

Adapun harga emas dunia ditutup di level IS$ 4.749 per troy ounce pada perdagangan Sabtu pagi, 11 April 2026. Saat itu logam mulia ditutup di Rp 2.860.000 per gram.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Untuk pekan depan, Ibrahim memperkirakan harga emas bisa naik seiring dengan kenaikan harga emas dunia. Namun jika terkoreksi, Ibrahim memperkirakan harga emas di support pertama berada di kisaran US$ 4.683 per troy ounce dan logam mulia di Rp 2.840.000 per gram.

Ibrahim mengatakan ada empat kondisi yang mempengaruhi volatilitas harga emas. Pertama adalah kondisi geopolitik, salah satunya perang antara Amerika dan Israel melawan Iran. Ia mengatakan, jika perundingan antara Iran dan Amerika Serikat membuahkan hasil berupa jeda perang selama dua pekan, harga minyak akan turun sehingga berpengaruh terhadap inflasi. Penurunan inflasi, kata Ibrahim, akan membuka peluang bank sentral AS atau The Federal Reserve menurunkan suku bunga yang bakal menaikkan harga emas.

Kedua, kondisi politik Amerika Serikat. Ancaman terbaru Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk memusnahkan peradaban Iran pada Selasa 7 April 2026 menuai kecaman di dalam negeri, bahkan memicu seruan pemakzulan.

Ketiga, pergantian pimpinan The Fed pada awal Mei tahun ini. Ibrahim mengatakan, calon gubernur The Fed, Kevin Walsh, memiliki surat pernyataan kerja sama dengan Trump untuk menurunkan suku bunga.

Keempat, kata Ibrahim, harga emas juga dipengaruhi kondisi supply and demand. Ia mengatakan bank sentral global terus mencari alternatif untuk cadangan devisa dengan logam mulia karena menganggap perang dunia ketiga sudah berjalan. “Negara besar sudah ikut campur sehingga ini fakta di lapangan bahwa perang dunia ketiga sudah ada dan ini yang membuat ekonomi global bermasalah,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ibrahim memperkirakan nilai tukar rupiah terhadap dolar yang kemungkinan melanjutkan pelemahan. “Kemungkinan besar cukup lebar juga dan kemungkinan masih akan bertahan di atas level Rp 17.000,” kata dia.

Adapun rupiah melemah pada penutupan perdagangan Jumat, 10 April 2026, ke level 17.104 per dolar Amerika Serikat atau merosot 0,08 persen dibanding pada hari sebelumnya. Dengan demikian, rupiah secara konsisten berada di level 17 ribu per dolar AS selama satu pekan belakangan.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli atau menjual emas. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |