Alasan Iran Terima Pakistan Jadi Mediator dengan AS

4 hours ago 2

IRAN bersedia menerima Pakistan sebagai mediator dalam perundingan damai dengan Amerika Serikat setelah melihat upaya Pakistan dalam mendorong gencatan senjata di kawasan. Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk itikad baik yang ditunjukkan pemerintah Pakistan di tengah meningkatnya ketegangan.

Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi mengatakan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengambil peran aktif dalam meredakan konflik di kawasan Teluk. “Perdana Menteri Pakistan (Shehbaz Sharif) telah melakukan banyak usaha demi gencatan senjata di kawasan Teluk,” kata Boroujerdi saat ditemui di Universitas Paramadina, Jakarta Timur, Sabtu, 11 April 2026

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Pendekatan ke Iran dan AS

Menurut Boroujerdi, upaya tersebut dilakukan melalui komunikasi intensif dengan berbagai pihak. Sharif disebut secara langsung berdialog dengan pemerintah Iran untuk mendorong penghentian serangan dan mengajak kembali ke meja perundingan.

Di saat yang sama, Pakistan juga melakukan pendekatan kepada Amerika Serikat. Upaya ini ditujukan untuk membujuk Washington agar bersedia membuka jalur negosiasi dengan Teheran. Selain menjembatani komunikasi, Pakistan disebut turut mengajukan diri sebagai lokasi perundingan damai antara kedua negara. “Pakistan berusaha meyakinkan kami serta lawan-lawan kami untuk kemudian bernegosiasi di Pakistan,” ucap Boroujerdi.

Ia menambahkan, tawaran tersebut menjadi salah satu pertimbangan utama bagi Iran dalam menerima Pakistan sebagai mediator, di tengah banyaknya negara dan tokoh internasional lain yang juga menawarkan diri sebagai penengah, termasuk Indonesia.

Pertemuan AS-Pakistan

Dilansir Al Jazeera, dinamika diplomasi terus berkembang menjelang rencana gencatan senjata. Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance dilaporkan bertemu dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif di Islamabad pada Sabtu 11 April 2026. Pertemuan ini disebut sebagai salah satu kontak tingkat tinggi terkait Iran sejak Revolusi Islam 1979.

Sejumlah pejabat tinggi Iran juga melakukan pertemuan dengan Sharif dan pejabat Pakistan lainnya dalam rangka pembicaraan tidak langsung dengan Amerika Serikat. Delegasi Iran mencakup Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf serta Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi.

Di tengah proses diplomasi tersebut, situasi keamanan kawasan masih memanas. Kementerian Kesehatan Libanon melaporkan jumlah korban tewas akibat serangan Israel di seluruh wilayah negara itu mencapai 357 orang. Sementara itu, Duta Besar Libanon dan Israel di Amerika Serikat dilaporkan telah melakukan kontak langsung melalui sambungan telepon.

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |