Polisi Dalami Riwayat Kejiwaan Pengendara Ninja di Jagakarsa

6 hours ago 2

PETUGAS Unit Reserse Kriminal dan Intelijen Kepolisian Sektor Jagakarsa menangkap pengendara motor Kawasaki Ninja yang memukul pengendara lain tanpa sebab yang jelas di Jagakarsa, Jakarta Selatan pada 5 Juli 2026. Pelakunya adalah FRS, 37 tahun, yang melakukan pemukulan itu terjadi di Jalan Moch. Kahfi II dekat lapangan Al Bainah, Jagakarsa dan aksinya terekam kamera korban dan viral di media sosial.

Kepala Kepolisian Sektor Jagakarsa, Komisaris Nurma Dewi menuturkan berdasarkan kesaksian korban, pelaku beberapa kali memukul korban menggunakan tangan kosong yang mengepal ke arah rahang bagian kiri. Tindakan itu mengakibatkan korban mengalami memar dan rasa sakit di bagian rahang kirinya.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Bahkan, pelaku sempat beberapa kali menabrak bagian sepeda motor belakang korban. “Namun bukannya minta maaf, pelaku malah melakukan pemukulan terhadap korban,” ujar Nurma di Markas Kepolisian Resor Metropolitan Jakarta Selatan, pada Senin, 6 Juli 2026.

Menurut Nurma, pihaknya kini mendalami riwayat gangguan jiwa FRS. Sejauh ini, polisi sudah memeriksa pelaku.

Dalam video yang beredar di media sosial, korban tampak merekam kejadian itu. “Sumpah, gua ditampol sama orang,” kata korban ke arah kamera di awal video tersebut. Ia tampak mengenakan helm, penutup wajah, dan kacamata hitam. Sedangkan pelaku terlihat tidak mengenakan helm.

Korban kemudian mempertanyakan alasan pelaku memukulnya, namun pelaku tidak menjawab. Pengendara motor berwarna hijau itu malah memukul korban di bagian kepala.

Pelaku lalu meminta korban membuka helmnya, sambil bertanya, “Lu enggak kenal sama gua?”. Korban pun menegaskan ia tidak kenal dengan pelaku. Kemudian, pelaku kembali memukul korban hingga korban meminta maaf dan berhasil menjauh.

Pelaku melakukan pemukulan tanpa sebab yang jelas. Kepada polisi, ia mengakui ada dorongan di dalam dirinya untuk melakukan pemukulan serta mendapat bisikan untuk melakukan tindakan tersebut. 

“Iya, dia mengakui ada bisikan. Tapi kalau dilihat, dia kayak pengennya gebuk orang gitu, ya udah, dia gebuk orang. Dia pukul orang, ya, dia pukul aja pas di jalan. Jadi, korban kemarin itu sebetulnya dia hanya melihat, kemudian dia memukul dari belakang,” ujar Nurma.

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |