JATIWARINGIN masih disesaki kabut asap pada Selasa, 7 Juli 2026, atau tepat seminggu setelah kebakaran terpantik di Tempat Pemrosesan Akhir atau TPA yang ada di Kabupaten Tangerang ini. Terlihat dari jarak dekat, tiga helikopter water bombing lalu lalang di udara. Ketiganya terbang rendah dari mengambil air di embung dekat TPA Jatiwaringin, membuat bucket air yang dibawanya terisi penuh, lalu menuju titik-titik api yang masih membara.
Setelah air dalam bucket ditumpahkan, helikopter terbang kembali ke lokasi embung. "Bara masih menyala di dalam tumpukan sampah, seperti gambut," kata Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat , Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Brigjen TNI Djohan Darmawan, saat ditemui di TPA Jatiwaringin.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Djohan berada di bibir areal TPA Jatiwaringin bersama Kapolda Banten Irjen Hengki dan Bupati Tangerang M. Maesyal Rasyid. Per hari ini, kebakaran telah mencapai luas 14 hektare dari total luas TPA Jatiwaringin 33 hektare. Dari pantauan di lapangan, ada sebanyak 12 titik api teridentifikasi. "Alhamdulillah 8 titik sudah padam. Sisanya masih pendinginan," kata Hengki menambahkan.
Angin kencang dan cuaca panas diakui sebagai tantangan terbesar karena membuat titik api berpindah atau meluas. Api bahan disebutkannya menyusup ke bawah gunungan sampah yang dinilai sangat berbahaya karena adanya kandungan gas metana. "Kami langsung koordinasi terpadu. Dari BNPB, BPBD, TNI, Damkar, Dinkes, semua bergerak," ujar Hengki.
Sebanyak 300 personel gabungan dikerahkan ke Jatiwaringin. Selain helikopter water bombing, total ada 19 unit mobil damkar, 4 tangki air, 8 ekskavator, 8 bulldozer, dan 2 drone pemantau yang turut mendukung upaya pemadaman kebakaran TPA Jatiwaringin.
Upaya Pemadaman Diperpanjang sampai Malam
Mulai hari ini pula, 7 Juli, operasi darat diperpanjang sampai pukul 22 WIB. Disampaikan bahwa tim akan injeksi air ke dalam sampah tapi helikopter tetap jadi ujung tombak dari atas.
Dari kejauhan tampak sejumlah unit mobil damkar menyemburkan air dan beberapa unit backhoe mengurai gundukan sampah. Personel dari Polresta Tangerang Kabupaten serta Polsek Mauk dan Polsek Rajeg menjaga jalur evakuasi, pengungsian, fasilitas kesehatan, sampai arus logistik.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengklaim progres pemadaman mengalami kemajuan yang signifikan, yaitu mencapai 45 persen dari total lahan terbakar yang seluas 14 hektare. Perpanjangan waktu pemadaman hingga pukul 22 setiap harinya diharapkan membuat upaya pemadaman berjalan lebih optimal.
Kebakaran TPA Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, masih berlangsung pada Selasa, 7 Juli 2026. Tampak operasional truk sampah tetap berjalan di TPA itu. Foto: Tempo/Ayu Cipta.
Djohan mengatakan operasi pemadaman akan dioptimalkan hingga pukul 22.00 WIB untuk satgas darat mulai Selasa ini. Tim Damkar dan Manggala Agni akan melakukan sistem injeksi dengan mesin untuk memasukkan air ke dalam tumpukan sampah. Metode ini sifatnya pembasahan lahan agar api dalam tumpukan segera padam.
Adapun Maesyal menyatakan kelegaannya karena kondisi kebakaran yang disebutnya mulai berangsur terkendali. "Namun kami tidak boleh lengah karena masih ada beberapa titik api yang harus terus dipadamkan. Seluruh kekuatan dan sumber daya kami kerahkan agar penanganan dapat berjalan maksimal," ujar Maesyal.
Selain mengerahkan seluruh armada dan personel pemadam kebakaran yang dimiliki Kabupaten Tangerang, Bupati juga bergerak cepat meminta dukungan lintas daerah. Ia telah berkomunikasi langsung dengan jajaran Pemerintah Kota Tangerang, meminta bantuan armada pemadam kebakaran tambahan untuk memperkuat personel dan armada yang ada saat ini
Maeyal menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Oleh karena itu, selain fokus pada pemadaman api, pemerintah juga memastikan kebutuhan serta kesehatan warga terdampak serta kondisi kesehatannya.
"Seluruh perangkat daerah bergerak sesuai tugasnya masing-masing agar dampak kebakaran ini dapat diminimalkan," ujarnya.
Demi keselamatan warga, pemerintah membuka dua posko pengungsian bagi warga terdampak, yaitu di Balai Desa Kantor Desa Tanjakan Mekar, Kecamatan Rajeg.
Sementara itu, truk-truk bercat kuning, pengangkut sampah tetap beroperasi.
















































