Pentingnya Edukasi Kesehatan Seksual Khususnya untuk Gen Z

3 days ago 7

CANTIKA.COMJakarta - Edukasi kesehatan seksual masih sering dianggap topik yang tabu untuk dibicarakan, begitu pula di kalangan gen Z. Padahal, pengetahuan ini berperan besar dalam membentuk hubungan yang sehat, aman, serta penuh tanggung jawab.

Menurut pemerhati edukasi seksual dr. Haekal Anshar, kurangnya ruang diskusi terbuka membuat pemahaman tentang pentingnya perlindungan diri, komunikasi dengan pasangan, hingga pencegahan risiko kesehatan reproduksi belum sepenuhnya diterima sebagai bagian dari gaya hidup sehat masyarakat modern.

Ia menilai, cara penyampaian yang positif dan bebas dari penghakiman menjadi kunci agar pesan mengenai kesehatan seksual bisa diterima, terutama oleh kalangan muda atau Gen Z

“Generasi sekarang punya akses informasi yang luas. Namun banyak yang masih merasa canggung membicarakan kesehatan seksual. Jika edukasi disampaikan secara terbuka, relevan, dan tanpa menghakimi, masyarakat akan memahami bahwa perlindungan diri merupakan bagian dari menjaga kesehatan fisik dan mental, bukan semata urusan kontrasepsi,” ujarnya.

Haekal menambahkan, penggunaan alat proteksi dalam hubungan seharusnya dilihat sebagai tanggung jawab bersama, baik untuk diri sendiri maupun pasangan. Selain membantu mencegah kehamilan yang tidak direncanakan, proteksi juga penting untuk menekan risiko infeksi menular seksual (IMS) dan menjaga kesehatan reproduksi dalam jangka panjang.

Sejalan dengan pandangan tersebut, kini mulai dikenalkan metode edukasi berbasis pengalaman atau experiential education untuk menjangkau generasi modern. Pendekatan ini mengedepankan interaksi, komunikasi yang terbuka, serta keterlibatan langsung agar pesan kesehatan terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Senior Chief Marketer Okamoto Industries (HK) Ltd., Holly Kwan, menuturkan bahwa edukasi kesehatan seksual perlu dikemas secara lebih humanis dan sesuai konteks. Ia menekankan, proteksi bukanlah pembatas dalam hubungan, melainkan wujud kepedulian terhadap diri sendiri dan pasangan.

“Kesehatan seksual merupakan bagian dari kualitas hidup. Saat proteksi dipahami sebagai bentuk perhatian dan tanggung jawab, hubungan pun akan terasa lebih aman, sehat, dan saling menghormati,” katanya.

Upaya edukasi ini turut diperkuat lewat berbagai ruang interaktif yang membahas komunikasi, kenyamanan psikologis, hingga kesadaran terhadap kesehatan reproduksi. Cara ini dinilai efektif karena memadukan pengetahuan dengan pengalaman, sehingga tidak terasa menggurui.

Figur publik Revina VT juga melihat pendekatan yang ringan dan interaktif lebih mudah diterima generasi masa kini. “Topik yang biasanya dianggap sensitif justru bisa dipahami dengan santai jika disampaikan secara menyenangkan. Orang pun jadi lebih terbuka untuk belajar dan berdiskusi,” tuturnya.

Dengan makin terbukanya ruang percakapan publik tentang kesehatan seksual, diharapkan masyarakat dapat melihat isu ini sebagai bagian wajar dari gaya hidup sehat, sekaligus mendorong lahirnya generasi yang lebih sadar akan kesehatan, tanggung jawab, dan kualitas hubungan interpersonal.

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |