Iran-AS Bentuk Komite Pantau Situasi Libanon

6 hours ago 2

IRAN, Amerika Serikat, dan Libanon akan membentuk komite gabungan untuk memastikan kedaulatan nasional Libanon. Hal ini diungkapkan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf pada Selasa 30 Juni 2026.

"Sebuah komite gabungan, yang terdiri atas Iran, Amerika Serikat, dan Libanon, akan dibentuk untuk memastikan kedaulatan nasional Libanon. Duta besar Iran untuk Libanon akan menjadi perwakilan kami dalam komite tersebut," kata Ghalibaf seperti dilansir Antara.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Israel telah menduduki hampir 20 persen wilayah Libanon di bagian selatan dan menewaskan lebih dari 4.000 orang sejak pertempuran meletus pada 2 Maret.

Nota kesepahaman (MoU) Islamabad yang diteken AS-Iran pada 17 Juni, mengamanatkan penghentian permusuhan di semua lini—termasuk Libanon—tanpa syarat apa pun.

Namun, kesepakatan terpisah antara Israel-Libanon pada pekan lalu mengaitkan penghentian permusuhan di Libanon dengan pelucutan senjata Hizbullah.

Minyak Iran

Ghalibaf menambahkan bahwa izin yang diberikan Amerika Serikat bagi penjualan minyak Iran akan diperpanjang apabila perundingan antara kedua negara terus berlanjut.

"Izin ini harus diperpanjang hingga perundingan, jika diperpanjang, maka mencapai hasil akhir berupa pencabutan sanksi primer maupun sekunder terhadap Iran," jelasnya.

Ghalibaf juga mengatakan para pihak belum mulai membahas kesepakatan final karena belum semua ketentuan dalam nota kesepahaman telah dilaksanakan.

Sebelumnya pada Senin 29 Juni, Office of Foreign Assets Control (OFAC) di bawah Departemen Keuangan AS menerbitkan lisensi umum yang mengizinkan kegiatan terkait produksi, penjualan, pengiriman, dan pembongkaran minyak mentah, produk petrokimia, serta produk minyak bumi Iran hingga 21 Agustus mendatang.

Iran dan AS telah menandatangani nota kesepahaman pada Kamis dini hari 1 Juni waktu setempat secara jarak jauh, di mana kesepahaman itu mengatur penghentian konflik militer yang dimulai sejak 28 Februari.

Dokumen tersebut juga menetapkan jadwal bagi AS untuk mencabut blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran serta bagi Iran untuk memulihkan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz.

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |