Daun Kirinyuh untuk Bersihkan Mikroplastik di Ayam Broiler

6 hours ago 6

PENCEMARAN mikroplastik telah ditemukan pada air minum ayam broiler, juga dalam bahan baku pakan komersialnya. Partikel mikroplastik dapat memicu stres oksidatif, merusak saluran pencernaan, mengganggu penyerapan nutrisi, hingga menurunkan performa pertumbuhan ternak. Selain berdampak pada kesehatan hewan, kondisi ini juga berpotensi membahayakan manusia melalui transfer trofik ketika produk ternak dikonsumsi.

Atas dasar itulah tim mahasiswa di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta mengembangkan inovasi feed additive alami berbasis nanopartikel dari daun kirinyuh (Chromolaena odorata). Produk ini dirancang memiliki mekanisme kerja ganda, yakni sebagai adsorben alami untuk mengikat mikroplastik di saluran pencernaan sekaligus sebagai sumber senyawa antioksidan alami.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Inovasi ini dikembangkan oleh tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) yang diketuai oleh Fauzan Akbar Nugroho dari Program Studi S1 Ilmu dan Industri Peternakan angkatan 2024. Dalam pelaksanaan risetnya, tim ini turut melibatkan kolaborasi lintas disiplin bersama mahasiswa dari berbagai fakultas di UGM di bawah bimbingan M. Sofi’ul Anam.

Fauzan mengatakan inovasi dari hasil kolaborasi lintas bidang ini dilakukan untuk menghadirkan solusi inovatif terhadap permasalahan mikroplastik yang kini menjadi ancaman serius bagi rantai makanan terestrial. “Ukuran partikel berskala nano pada produk dari daun kirinyuh ini memungkinkan peningkatan luas permukaan sehingga mampu mengikat mikroplastik secara lebih efektif dan membantu proses ekskresi melalui feses,” kata Fauzan melalui keterangan tertulis, Kamis, 11 Juni 2026.

Selain itu, kata Fauzan, kandungan flavonoid dan senyawa fenolik pada daun kirinyuh berperan dalam menekan stres oksidatif serta membantu menjaga kesehatan jaringan usus ternak.

Fauzan mengharapkan riset yang dikembangkan diharapkan dapat menjadi salah satu langkah inovatif dalam mendukung keamanan pangan dan produktivitas peternakan berkelanjutan. “Riset kolaborasi lintas bidang ilmu bisa mendukung SDGs (Sustainable Development Goals) dari aspek ketahanan pangan, kesehatan, dan keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |