BGN soal Anggaran Rp 270 T untuk 2027: Masih Kami Bahas

4 hours ago 1

BADAN Gizi Nasional (BGN) belum memastikan anggaran untuk tahun 2027. Meski demikian, sudah ada alokasi pagu indikatif Rp 270.201.499.678.000 atau sekitar Rp 270 triliun dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), untuk penerima manfaat sebanyak 81,5 juta orang pada tahun depan.

Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengatakan, angka itu belum final dan belum ada pembahasan lanjutan dengan dua kementerian tersebut.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Kami masih akan terus membahas. Jadi, kalau kami menggunakan angka-angka penerima manfaat menurut RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional), nah itu kami exercise (simulasikan) berapa nilainya,” katanya saat ditemui usai rapat bersama Komisi IX DPR RI, Jakarta, Senin, 15 Juni 2026.

Arumsari mengatakan akan ada efisiensi kembali agar Makan Bergizi Gratis (MBG). Pada tahun 2026, anggaran BGN telah dipangkas dari Rp 335 triliun menjadi Rp 268 triliun.

BGN akan terus melakukan perbaikan dengan mengalihkan fokus penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) yang lebih membutuhkan. Selain itu juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk penentuan pemberian gizi terhadap kelompok bayi hingga anak-anak, serta pemenuhan gizi di usia selanjutnya.

“Kami berusaha mendengarkan para pakar yang sudah ada di Kementerian Kesehatan, dari situlah kami melakukan refocussing penerima manfaat,” ujar Arumsari.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan pemangkasan anggaran menjadi Rp 268 triliun untuk penghematan. Presiden Prabowo Subianto disebut ingin dana yang digunakan untuk MBG menjadi lebih efisien.

“Jangan nyalah-nyalahin MBG lagi. Presiden sedang memperbaiki manajemen MBG dan cara mereka membelanjakan uang,” ucap Purbaya, Selasa, 19 Mei 2026.

Adapun realisasi anggaran MBG hingga 30 April tercatat sebesar Rp 75 triliun atau 22,4 persen dari pagu anggaran semula Rp 335 triliun. Dengan belanja itu, MBG telah menjangkau 61,96 juta penerima manfaat serta 27.952 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Dede Leni Mardianti berkontribusi dalam penulisan artikel ini
Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |