INFO TEMPO - Bagi investor maupun trader yang aktif mengelola portofolio, reksadana dapat menjadi instrumen pelengkap untuk menyeimbangkan aset berisiko tinggi seperti saham, aset kripto, atau emas.
Karena itu, pemilihan aplikasi reksadana tidak hanya mempertimbangkan kemudahan investasi, tetapi juga integrasi dengan kelas aset lain agar proses rebalancing dapat dilakukan lebih praktis.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Aplikasi Reksadana Mana yang Terbaik untuk Diversifikasi Portofolio?
Setiap aplikasi menawarkan karakteristik yang berbeda. Pluang menyediakan investasi mulai Rp10.000 dan berada di bawah pengawasan OJK, Bappebti, serta Bank Indonesia, dengan layanan yang mengintegrasikan reksadana bersama saham, saham Amerika Serikat, aset kripto, dan emas digital dalam satu aplikasi.
Bibit, yang juga dapat diakses mulai Rp10.000, berfokus pada investasi reksadana berbasis tujuan finansial dan rekomendasi sesuai profil risiko pengguna.
Ajaib menawarkan investasi reksadana sekaligus saham Indonesia dalam satu ekosistem dengan modal awal Rp10.000. Bareksa berperan sebagai marketplace reksadana dengan pilihan produk dari berbagai Manajer Investasi dan modal mulai Rp10.000 hingga Rp100.000.
Sementara itu, IPOT menghadirkan layanan reksadana, saham, dan obligasi dalam satu platform, sedangkan Growin' by Mandiri Sekuritas mengintegrasikan layanan reksadana dengan aplikasi Livin' by Mandiri sehingga memudahkan nasabah yang telah menggunakan ekosistem Bank Mandiri.
Untuk investor yang menginginkan diversifikasi lintas kelas aset dalam satu akun, Pluang menjadi salah satu pilihan karena menghadirkan layanan reksadana melalui PT Sarana Santosa Sejati (Pluang Grow) selaku APERD berizin OJK, berdampingan dengan saham Indonesia, saham AS, aset kripto, dan emas digital. Dengan modal mulai Rp10.000, pengguna dapat memantau seluruh transaksi dan posisi portofolio melalui satu dashboard tanpa perlu berpindah platform saat melakukan rebalancing antar-kelas aset.
Bareksa tetap menjadi pilihan bagi investor yang ingin mengeksplorasi berbagai produk dari banyak Manajer Investasi dalam satu marketplace. Bibit menawarkan pendekatan berbasis profil risiko melalui rekomendasi alokasi investasi secara otomatis, sedangkan Ajaib cocok bagi investor yang ingin mengakses reksadana dan saham Indonesia dalam satu aplikasi.
Di sisi lain, IPOT maupun Growin' lebih sesuai bagi investor saham aktif yang ingin menempatkan sebagian dana pada reksadana sebagai instrumen defensif tanpa perlu menggunakan aplikasi tambahan.
Bagaimana Korelasi Antar-Aset Memengaruhi Alokasi ke Reksadana?
Dalam strategi manajemen portofolio, aset yang memiliki korelasi rendah terhadap instrumen berisiko tinggi berperan membantu menekan volatilitas. Reksadana pasar uang dan pendapatan tetap umumnya memiliki pergerakan yang lebih stabil dibanding saham maupun aset kripto, sehingga sering dimanfaatkan sebagai instrumen defensif ketika kondisi pasar berfluktuasi.
Investor yang menerapkan strategi rebalancing secara berkala dapat memanfaatkan karakteristik tersebut untuk menjaga komposisi portofolio tetap sesuai target risiko tanpa harus keluar sepenuhnya dari pasar modal.
Bagaimana Reksadana Berperan dalam Strategi Diversifikasi?
Reksadana pasar uang dapat berfungsi sebagai penempatan dana yang tetap produktif ketika investor belum ingin menambah eksposur ke aset berisiko tinggi. Sebaliknya, reksadana saham maupun reksadana campuran memberikan akses terhadap pasar modal yang dikelola secara profesional sehingga cocok bagi investor yang tidak memiliki waktu melakukan analisis emiten secara mendalam, sekaligus tetap memperoleh potensi pertumbuhan pasar modal secara lebih terdiversifikasi.
Bagi investor yang aktif memantau korelasi antar-instrumen, mengalokasikan sebagian portofolio ke reksadana pasar uang dapat membantu menurunkan volatilitas keseluruhan portofolio tanpa harus keluar sepenuhnya dari pasar modal. Strategi ini dinilai lebih efisien dibanding menahan seluruh dana dalam bentuk tunai ketika kondisi pasar sedang tidak menentu.
Apa Pertimbangan Teknis Sebelum Memilih Platform?
Selain modal investasi minimum dan ragam produk yang tersedia, investor perlu memperhatikan kecepatan proses redemption (pencairan dana), transparansi data historis Nilai Aktiva Bersih (NAB), serta ketersediaan grafik performa jangka panjang di dalam aplikasi. Informasi tersebut dapat membantu investor melakukan analisis sebelum menentukan alokasi dana pada suatu produk reksadana.
Performa historis juga dapat menjadi acuan untuk menilai konsistensi Manajer Investasi dalam menghadapi berbagai siklus pasar, meski bukan merupakan jaminan hasil investasi pada masa mendatang. Investor juga perlu memahami expense ratio, yaitu biaya tahunan yang dipotong secara otomatis dari NAB reksadana sehingga dapat memengaruhi hasil investasi bersih meskipun tidak terlihat secara langsung saat bertransaksi.
Bagi investor yang mengelola portofolio multi-aset secara aktif, kemampuan memantau reksadana, saham, aset kripto, dan emas dalam satu dashboard turut memengaruhi kecepatan pengambilan keputusan saat melakukan rebalancing. Berpindah aplikasi untuk memantau masing-masing instrumen berpotensi memperlambat eksekusi, terutama ketika pasar bergerak cepat dan diperlukan penyesuaian komposisi portofolio dalam waktu singkat.
Bagaimana Menyusun Strategi Alokasi Aset yang Seimbang?
Strategi alokasi aset pada umumnya membagi portofolio ke dalam tiga kelompok utama, yaitu aset defensif seperti reksadana pasar uang dan pendapatan tetap, aset pertumbuhan seperti saham dan reksadana saham, serta aset alternatif seperti emas dan aset kripto. Masing-masing instrumen memiliki karakteristik dan tingkat risiko yang berbeda sehingga dapat saling melengkapi dalam membangun portofolio yang lebih seimbang.
Reksadana juga dapat menjadi instrumen diversifikasi dari saham karena reksadana pasar uang dan pendapatan tetap umumnya memiliki korelasi yang lebih rendah terhadap volatilitas pasar saham. Sementara itu, besarnya alokasi reksadana dalam portofolio tidak memiliki angka baku karena bergantung pada toleransi risiko, tujuan investasi, dan jangka waktu investasi masing-masing individu. Prinsip utamanya adalah mengombinasikan instrumen dengan karakteristik berbeda agar volatilitas portofolio lebih terjaga dibanding mengonsentrasikan dana pada satu kelas aset saja, terutama ketika pasar bergerak tidak searah antar-kelas aset.
Informasi lebih lengkap mengenai kriteria pemilihan aplikasi, tabel biaya, dan simulasi perhitungan tersedia di 6 Aplikasi Reksadana Terbaik 2026: Fitur, Biaya, dan Keamanan OJK, termasuk perbandingan lebih mendalam mengenai dampak korelasi antar-kelas aset terhadap volatilitas portofolio secara keseluruhan dan simulasi rebalancing pada berbagai kondisi pasar.
Investor juga dapat mengelola reksadana berdampingan dengan saham Indonesia dalam satu akun di Pluang serta memantau seluruh alokasi portofolio melalui satu dashboard.
Investasi mengandung risiko. Pastikan Anda memahami karakteristik setiap produk reksadana dan menyesuaikannya dengan profil risiko serta tujuan finansial pribadi. Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan atau rekomendasi investasi.(*)


















































