OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) menanggapi rencana pembelian kembali atau buyback saham oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan lembaganya menyambut baik perhatian dan dukungan berbagai pemangku kepentingan terhadap perkembangan pasar modal Indonesia.
“Kami mencatat banyak perusahaan terbuka yang memiliki fundamental yang kuat dan kinerja yang terjaga baik, didukung oleh kinerja operasional yang baik, posisi keuangan yang sehat, serta prospek usaha yang tetap positif,” kata Hasan dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis, 11 Juni 2026. Menurut dia, dalam kondisi pasar yang mengalami tekanan saat ini, investor akan melakukan penilaian berdasarkan informasi yang terpercaya, kondisi fundamental, dan valuasi harga saham saat ini.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
OJK telah mengambil beberapa langkah kebijakan untuk menjaga stabilitas pasar, termasuk memberikan fleksibilitas pelaksanaan buyback saham tanpa persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dengan jumlah maksimum sebesar 20 persen dari modal disetor. Hasan menyebutkan kebijakan itu memberikan ruang bagi emiten untuk menunjukkan keyakinan terhadap kinerja dan fundamental perusahaannya, sekaligus membantu menjaga stabilitas harga saham.
OJK mencatat, sejak Maret 2025 sampai dengan 18 Mei 2026, terdapat 106 keterbukaan informasi buyback tanpa RUPS dari 65 emiten dengan alokasi dana buyback sebesar Rp 65,34 triliun. Dari 65 emiten, 64 di antaranya telah melaksanakan buyback senilai Rp 17,12 triliun atau sebesar 30,25 persen. “Selanjutnya, saat ini masih terdapat 7 Emiten yang masih dalam periode buyback tanpa RUPS dengan perkiraan nilai sebesar Rp 5,76 triliun,” ucap Hasan.
Rencana buyback saham mengemuka usai Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menggelar pertemuan dengan pemerintah dan perwakilan Himpunan Bank Milik Negara (himbara), Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas), Danantara, serta Indonesia Investment Authority untuk membahas kinerja saham perbankan.
Wakil Ketua Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, berdasarkan diskusi tersebut, kinerja perbankan saat ini dalam kondisi baik. “Kami tadi juga sudah berdiskusi dengan Pak Dony Oskaria dari Danantara, BPJS Ketenagakerjaan dan Taspen mengenai situasi market dan mungkin saham-saham yang pada saat ini bagus dan kemudian bisa dibeli kembali,” katanya dalam konferensi pers di Gedung DPR pada Selasa, 9 Juni 2026.















































