KEMENTERIAN Keuangan melaporkan hasil lelang surat utang negara atau lelang SUN pada Selasa, 9 Juni 2026. Total penawaran investor yang masuk dalam lelang pekan ini mencapai Rp 46,6 triliun atau merosot dibandingkan penawaran lelang sebelumnya yang tercatat Rp 57,3 triliun.
Ada sembilan seri surat utang yang ditawarkan. “Sesuai dengan kewenangan yang diberikan oleh Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2002 tentang Surat Utang Negara, Menteri Keuangan menetapkan total nominal yang dimenangkan dari kesembilan seri yang ditawarkan tersebut adalah Rp 26,35 triliun,” demikian pengumuman di laman Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan yang dikutip pada Kamis, 11 Juni 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
SUN yang dilelang merupakan jenis obligasi jangka pendek, yakni Surat Perbendaharaan Negara (SPN) dan utang jangka menengah dan panjang dengan bunga tetap Fixed Rate (FR). Sembilan seri SUN yang dilelang adalah seri SPN01260711 (new issuance), SPN12260910 (reopening), SPN12270610 (new issuance), FR0109 (reopening), FR0108 (reopening), FR0106 (reopening), FR0107 (reopening), FR0102 (reopening) dan FR0105 (reopening).
Seri dengan penawaran terbanyak adalah FR0109 dengan penawaran masuk tertinggi Rp 15,28. Imbal hasil atau yield tertimbang yang dimenangkan dari seri ini adalah 7,42979 persen dan akan jatuh tempo pada 15 Maret 2031. Dari penawaran yang masuk tersebut, pemerintah memutuskan memenangkan Rp 6,95 triliun.
Adapun yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan dari sembilan seri pada lelang kali ini berada di kisaran 6,65 persen hingga 7,42 persen, lebih tinggi dibandingkan lelang sebelumnya 5,90 hingga 6,97 persen. Tanggal setelmen atau penerbitan untuk lelang SUN kali ini adalah 11 Juni 2026.
Sebelumnya lelang SUN pekan ini ditargetkan meraup Rp 36 triliun. Namun pemerintah memiliki hak untuk menjual 9 seri SUN tersebut lebih besar atau lebih kecil dari jumlah indikatif yang ditentukan. Sehingga pemerintah memutuskan memenangkan Rp 26,35 triliun.
Minat investor dan serapan pada lelang kali ini lebih rendah dibanding lelang sebelumnya. Lelang sebelumnya atau 26 Mei 2026, Kemenkeu juga menawakan 9 seri SUN dan penawaran investor Rp 57,30 triliun dan pemerintah memutuskan menyerap Rp 36,8 triliun.















































